Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

3 Cara Mengatasi Office Word Yang Tidak Ada Spasi (Mudah)

Spasi Word berantakan


Ketika membuat dokumen, kita bisa menggunakan banyak aplikasi mengetik. Dan salah satu yang paling populer digunakan adalah Microsoft Office Word.

Office Word ini memang banyak sekali dipakai. Terutama dalam pembuatan dokumen-dokumen dengan jumlah kata yang panjang, hingga ribuan kata atau lebih.

Bicara soal Office Word, baru-baru ini saya mengetik sebuah tulisan di Word. Awalnya normal, namun ketika sedang membuat daftar isi, tiba-tiba spasinya jadi nyaris tidak ada (Berdempetan). Hal ini cukup bikin repot. Apalagi dengan tidak adanya spasi, tulisan jadi terlihat berantakan.

Nah, setelah searching, saya menemukan sedikit cara yang bisa dipakai untuk mengatasi Word tidak ada spasi, yang ketika dicoba ternyata berhasil.

Dan disini, saya ingin mencoba membagikannya kembali, untuk Anda yang barangkali sedang mengalaminya juga..

Berikut pembahasannya :


1. Mengatur Line Spacing


line spacing


Line Spacing, adalah pengaturan garis putih pada paragraf tertentu. Line Spacing ini defaultnya sudah aktif dan akan secara otomatis membuat tulisan jadi rapih.

Namun, dalam beberapa situasi kadang line spacing ini tidak aktif. Misalnya Anda tidak sengaja memencet tombol tertentu yang mematikan fungsi line spacing.

Langkah pertama, silakan atur terlebih dahulu fungsi line spacing agar spasi yang hilang tadi bisa normal kembali.

Caranya :

  • Buka Word >> Klik menu line spacing (Lihat gambar diatas) >> Kemudian silakan atur sesuai kebutuhan.
Perlu diingat, fitur line spacing ini hanya untuk mengatur spasi antar paragraf atas dan bawah, bukan pada huruf.


2. Ganti Format Save




Format save


Saat Anda sedang menyimpan Word, saya yakin Anda melakukannya dengan cara klik Ctrl + S >> memberi nama dokumen >> kemudian langsung menyimpannya benar?

Nah, pada kali ini Anda bisa mengatasi spasi dokumen Anda yang berantakan dengan melakukan sedikit perubahan pada proses penyimpanan tersebut.

Metode ini cukup direkomendasikan karena seringkali bekerja :

  • Klik Ctrl + S >> Beri nama MS Word >> Ganti format ke Word 97 - 2003 dokumen >> Kemudian save
Langkah selanjutnya, silakan buka kembali dokumen tersebut dan cek spasinya.



3. Menginstall Microsoft Office Suite 2007



office suite


Untuk Anda yang memakai Office 2007, Anda bisa mencoba menginstall sebuah program tambahan, yang bernama Office Suite 2007.

Program ini berfungsi untuk mengupdate Office Word (Versi 2007) Anda menjadi lebih baru, dimana bug yang mungkin ada pada software bisa hilang.

Efeknya, spasi Anda yang hilang bisa saja kembali normal. Karena cara ini sudah banyak direkomendasikan untuk memperbaiki spasi yang berantakan.

Caranya :


  • Silakan install Office Suite 2007 (Bisa dicari di Google linknya) kemudian langsung saja buka Word Anda.



Bagaimana jika belum berhasil?



Jika belum bisa, ada beberapa cara lain yang bisa coba Anda lakukan. Pertama, coba install versi Office lain, karena biasanya cukup berpengaruh.

Kedua, jika Anda masih memakai office versi lama, disarankan untuk coba upgrade ke versi yang lebih baru lagi.

Ketiga,  jika Anda memakai Office versi 2010 keatas, Anda bisa coba mencentang Check Compability. Banyak yang sudah mencobanya dan berhasil.

Caranya tinggal klik File >> Info >> Pada kolom Sharing, klik Check for issues >> Lalu pilih Check Compability..

Terakhir klik Check compability when saving documents kemudian klik OK. Nah, jika sudah cek kembali tulisannya.


Demikian informasinya


Nah, demikian sedikit informasi dari saya. Tutorial ini dibuat untuk Anda yang sedang mengalami spasi di MS Word Anda hilang.

Jika sukses, jangan lupa bagikan artikel ini.

Jika belum, tanyakan pada kolom komentar dibawah. Barangkali saya bisa bantu.

Semoga bermanfaat

Metode Prototyping Dalam Pengembangan Sistem Informasi (Lengkap)

Metode Prototyping Dalam Pengembangan Sistem Informasi (Lengkap)

Pengertian dari prototyping : proses pengembangan sistem seringkali menggunakan pendekatan prototipe (prototyping). Metode ini sangat baik digunakan untuk menyelesesaikan masalah kesalahpahaman antara user dan analis yang timbul akibat user tidak mampu mendefinisikan secara jelas kebutuhannya (Mulyanto, 2009).

Prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis.

Download PDF artikel Metode Prototyping untuk membaca dengan lebih nyaman : Download

Prototyping disebut juga desain aplikasi cepat (rapid application design/RAD) karena menyederhanakan dan mempercepat desain sistem (O'Brien, 2005).
Sebagian user kesulitan mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kesulitan ini yang perlu diselesaikan oleh analis dengan memahami kebutuhan user dan menerjemahkannya ke dalam bentuk model (prototipe). Model ini selanjutnya diperbaiki secara terus menerus sampai sesuai dengan kebutuhan user.

1. Kelebihan dan Kekurangan



Keunggulan prototyping adalah :

1)     Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
2)     Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
3)     Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem.
4)     Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
5)     Penerapan menjadi lebih  mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya


Sedangkan kelemahan prototyping adalah :

1)     Pelanggan tidak melihat bahwa perangkat lunak belum mencerminkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan belum memikirkan peneliharaan dalam jangka waktu yang lama.
2)     Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman sederhana.
3)     Hubungan pelanggan dengan komputer mungkin tidak menggambarkan teknik perancangan yang baik.


2.     Bentuk Prototipe


Berdasarkan karakteristiknya prototipe sebuah sistem dapat berupa low fidelity dan high fidelity. Fidelity mengacu kepada tingkat kerincian sebuah sistem (Walker et al, 2003).

Low fidelity prototype tidak terlalu rinci menggambarkan sistem. Karakteristik dari low fidelity prototype adalah mempunyai fungsi atau interaksi yang terbatas, lebih menggambarkan kosep perancangan dan layout dibandingkan dengan model interaksi, tidak memperlihatkan secara rinci operasional sistem,

mendemostrasikan secara umum feel and look dari antarmuka pengguna dan hanya menggambarkan konsep pendekatan secara umum (Walker et al, 2003).
High fidelity protoype lebih rinci menggambarkan sistem.

Prototipe ini mempunyai interaksi penuh dengan pengguna dimana pengguna dapat memasukkan data dan berinteraksi dengan dengan sistem, mewakili fungsi-fungsi inti sehingga dapat mensimulasikan sebagian besar fungsi dari sistem akhir dan mempunyai penampilan yang sangat mirip dengan produk sebenarnya (Walker et al, 2003).

 Fitur yang akan diimplementasikan pada prototipe sistem dapat dibatasi dengan teknik vertikal atau horizontal. Vertical prototype mengandung fungsi yang detail tetapi hanya untuk beberapa fitur terpilih, tidak pada keseluruhan fitur sistem. Horizontal prototype mencakup seluruh fitur antarmuka pengguna namun tanpa fungsi pokok hanya berupa simulasi dan belum dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya (Walker et al, 2003).


4.     Proses Pembuatan Prototipe

Proses pembuatan prototipe merupakan proses yang interaktif dan berulang-ulang yang menggabungkan langkah-langkah siklus pengembangan tradisional. Prototipe dievaluasi beberapa kali sebelum pemakai akhir menyatakan protipe tersebut diterima. Gambar di bawah ini mengilustrasikan proses pembuatan prototipe :


Langkah-Langkah Prototyping



a.  Analisis Kebutuhan Sistem

Pembangunan sistem informasi memerlukan penyelidikan dan analisis mengenai alasan timbulnya ide atau gagasan untuk membangun dan mengembangkan sistem informasi. Analisis dilakukan untuk melihat berbagai komponen yang dipakai sistem yang sedang berjalan meliputi hardware, software, jaringan dan sumber daya manusia.

Analisis juga mendokumentasikan aktivitas sistem informasi meliputi input, pemrosesan, output, penyimpanan dan pengendalian (O'Brien, 2005).
Selanjutnya melakukan studi kelayakan (feasibility study) untuk merumuskan informasi yang dibutuhkan pemakai akhir, kebutuhan sumber daya, biaya, manfaat dan kelayakan proyek yang diusulkan (Mulyanto, 2009).

Analisis kebutuhan sistem sebagai bagian dari studi awal bertujuan mengidentifikasi masalah dan kebutuhan spesifik sistem. Kebutuhan spesifik sistem adalah spesifikasi mengenai hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan (Mulyanto, 2009).

Analisis kebutuhan sistem harus mendefinisikan kebutuhan sistem yang spesifik antara lain :

1)     Masukan yang diperlukan sistem (input)
2)     Keluaran yang dihasilkan (output)
3)     Operasi-operasi yang dilakukan (proses)
4)     Sumber data yang ditangani
5)     Pengendalian (kontrol)

Spesifikasi Kebutuhan Sistem

Tahap analisis kebutuhan sistem memerlukan evaluasi untuk mengetahui kemampuan sistem dengan mendefinisikan apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh sistem tersebut kemudian menentukan kriteria yang harus dipenuhi sistem.

Beberapa kriteria yang harus dipenuhi adalah pencapaian tujuan, kecepatan, biaya, kualitas informasi yang dihasilkan, efisiensi dan produktivitas, ketelitian dan validitas dan kehandalan atau reliabilitas (Mulyanto, 2009).


b.  Desain Sistem

Analisis sistem (system analysis) mendeskripsikan apa yang harus dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.

Desain sistem  (system design) menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut. Desain sistem terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan spesifikasi fungsional.

Desain sistem dapat dipandang sebagai desain interface, data dan proses dengan tujuan menghasilkan spesifikasi yang sesuai dengan produk dan metode interface pemakai, struktur database serta pemrosesan dan prosedur pengendalian (Ioanna et al., 2007).

Desain sistem akan menghasilkan paket software prototipe, produk yang baik sebaiknya mencakup tujuh bagian :

1)     Fitur menu yang cepat dan mudah.
2)     Tampilan input dan output.
3)     Laporan yang mudah dicetak.
4)     Data dictionary yang menyimpan  informasi pada setiap field termasuk panjang field, pengeditan dalam setiap laporan dan format field yang digunakan.
5)     Database dengan format dan kunci record yang optimal.
6)     Menampilkan query online secara tepat ke data yang tersimpan pada database.
7)     Struktur yang sederhana dengan bahasa pemrograman yang mengizinkan pemakai melakukan pemrosesan khusus, waktu kejadian, prosedur otomatis dan lain-lain.


C.  Pengujian Sistem

Paket software prototipe diuji, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi berulang-ulang hingga dapat diterima pemakainya (O'Brien, 2005). Pengujian sistem bertujuan menemukan kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sistem dan melakukan revisi sistem.

Tahap ini penting untuk memastikan bahwa sistem bebas dari kesalahan (Mulyanto, 2009).


Menurut Sommerville (2001) pengujian sistem terdiri dari :

1)     Pengujian unit untuk menguji komponen individual secara independen tanpa komponen sistem yang lain untuk menjamin sistem operasi yang benar.
2)     Pengujian modul yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan.
3)     Pengujian sub sistem yang terdiri dari beberapa modul yang telah diintegrasikan.
4)     Pengujian sistem untuk menemukan kesalahan yang diakibatkan dari interaksi antara subsistem dengan interfacenya serta memvalidasi persyaratan fungsional dan non fungsional.
5)     Pengujian penerimaan dengan data yang dientry oleh pemakai dan bukan uji data simulasi.
6)     Dokumentasi berupa pencatatan terhadap setiap langkah pekerjaan dari awal sampai akhir pembuatan program.

Pengujian sistem informasi berbasis web dapat menggunakan teknik dan metode pengujian perangkat lunak tradisional. Pengujian aplikasi web meliputi pengujian tautan, pengujian browser, pengujian usabilitas, pengujian muatan, tegangan dan pengujian malar  (Simarmata, 2009).

Penerimaan pengguna (user) terhadap sistem dapat dievaluasi dengan mengukur kepuasan user terhadap sistem yang diujikan. Pengukuran kepuasan meliputi tampilan sistem, kesesuaian dengan kebutuhan user, kecepatan dan ketepatan sistem untuk menghasilkan informasi yang diinginkan user. Ada beberapa model pengukuran kepuasan user terhadap sistem, diantaranya adalah Technology Acceptance Model (TAM), End User Computing (EUC) Satisfaction, Task Technology Fit (TTF) Analysis dan  Human Organizational Technology (HOT) Fit Model.

Salah satu model pengukuran yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa berbeda dan tidak menunjukkan perbedaan hasil pengukuran yang signifikan adalah End User Computing (EUC) Satisfaction. Model ini menekankan kepuasan user terhadap aspek teknologi meliputi aspek isi, keakuratan, format, waktu dan kemudahan penggunaan sistem (Chin & Mathew, 2000).

D.  Implementasi
Setelah prototipe diterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siap dioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadap sistem baru dan membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasional serta  interaksi pengguna, sistem dan teknologi informasi.

5.      Alat Perancangan Sistem


Perancangan sistem membutuhkan peralatan berupa alat alat perancangan proses dan  alat perancangan data. Alat perancangan proses terdiri dari diagram aliran data dan diagram arus sistem. Sedangkan alat perancangan data terdiri dari diagram relasi entitas (entity relationship) dan kamus data (data dictionary).

A.      Diagram Aliran Data 
Diagram aliran data (data flow diagram/DFD) adalah sebuah alat dokumentasi grafik yang menggunakan simbol-simbol untuk menjelaskan sebuah proses. Diagram ini menunjukkan aliran proses seluruh sistem kepada pemakai dan dapat diatur detailnya sesuai dengan kemampuan pemahaman pemakai.

DFD terdiri dari tiga elemen yaitu lingkungan, pemrosesan, aliran data dan penyimpanan data. Salah satu keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang sedang akan dikerjakan (Ladjamudin, 2005).

B.     Diagram Arus Sistem
Diagram arus sistem (Sistem Flow chart) adalah peralatan yang digunakan untuk menggambarkan proses sistem secara rinci untuk menggambarkan aliran sistem informasi dan diagram arus sistem untuk menggambarkan aliran program (Ladjamudin, 2005).

C.      Diagram Relasi Entitas
Diagram relasi entitas menunjukkan antar entitas satu dengan yang lain dan bentuk hubungannya sehingga data tergabung dalam satu kesatuan yang terintegrasi (Ladjamudin, 2005).

D.     Kamus Data
Kamus data adalah penjelasan tertulis lengkap dari data yang diisikan ke dalam database (Ladjamudin, 2005).
Penjelasan Komponen-Komponen Sistem Informasi (Lengkap)

Penjelasan Komponen-Komponen Sistem Informasi (Lengkap)

Sistem informasi dan teknologi informasi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi karena dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi berbagai proses organisasi, pengambilan keputusan dan kerja sama tim dalam organisasi (O'Brien, 2005).

Inti proses dalam organisasi adalah manajemen pengelolaan sumber daya organisasi dan pengambilan keputusan para pimpinan organisasi dalam penggunaan sumber daya tersebut. Pengambilan keputusan dan kerja sama tim dalam organisasi memerlukan komunikasi data dan informasi yang akurat.

Mau baca lebih nyaman? Download artikel ini dalam bentuk pdf : Download

Informasi merupakan sumber daya yang diperlukan organisasi. Informasi bersumber dari data yang telah diolah. Informasi tersebut didapat melalui kegiatan manajemen informasi yang terdiri dari pemerolehan, penggunaan dan pembuangan informasi yang tidak berguna.

Pengolahan data menjadi sebuah informasi yang berharga memerlukan sistem informasi (Mulyanto, 2009).

Sistem informasi merupakan perangkat pengolahan data baik secara manual maupun menggunakan teknologi informasi.

Pengolahan data dimulai dengan menerima data, memilah data, menyimpan data, mengolah data menjadi informasi yang berharga dan penggunaan informasi untuk berbagai kepentingan.

Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan (Mulyanto, 2009). Manusia dalam sistem informasi terdiri dari pemilik sistem informasi, pengguna (user) dan tenaga ahli sistem informasi (programmer, ahli database, ahli jaringan dan teknisi komputer).

Sistem informasi dibedakan menjadi dua yaitu sistem informasi manual dan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information Sistem/CBIS). Dalam perkembangannya, sistem informasi berbasis komputer disebut dengan sistem informasi saja (Mulyanto, 2009).

 Jadi, istilah sistem informasi yang banyak digunakan saat ini mempunyai pengertian sistem informasi yang menggunakan komputer sebagai perangkat pengolah data.

           
2.     Kegunaan Sistem Informasi



Efrain Turban, McCean dan James Waterbe  dalam Alamsyah (2008) menyebutkan bahwa sistem informasi bermanfaat untuk :

a) melakukan komputasi numerik dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi,

b) menyediakan komunikasi organisasi atau antar organisasi yang murah dan cepat,

c) menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dalam ruang kecil, d) informasi mudah diakses dari manapun dengan cepat dan murah,

e) meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja pada suatu lokasi,

f) menyajikan informasi yang jelas,

g) mengotomatisasikan proses-proses bisnis,

h) mempercepat pengetikan dan penyuntingan, i) memerlukan biaya yang lebih murah dibandingkan cara manual.

Nilai manfaat sistem informasi semakin meningkat dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih, baik dari sisi harwdware maupun software.

Dewasa ini, perkembangan  prosesor komputer sangat pesat, misalnya Prosesor Intel yang berkembang dari core solo menjadi dual core dan selanjutnya menjadi quad core.

Perkembangan prosesor ini linear dengan peningkatan kemampuan komputasi komputer sehingga semakin banyak data yang dapat diproses dalam waktu yang singkat. Kapasitas hardisk juga semakin sehingga menyimpan data semakin banyak.

Kemampuan software pengolah database (database management system/DBMS) juga mempunyai kemampuan yang sangat baik, misalnya MySQL mampu menangani data dalam jumlah besar dalam waktu singkat, disertai dengan tingkat keamanan yang memadai. Akses data dan informasi juga saat ini semakin mudah dengan semakin mudah dan murahnya biaya yang diperlukan untuk akses internet.

3.     Komponen-Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur (Ladjamudin, 2005).
Kerangka konsep berbagai komponen dan aktivitas sistem informasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Komponen-Komponen Sistem Informasi

Berdasarkan gambar di atas, komponen-komponen sistem informasi terdiri dari :

a.   Manusia

Manusia diperlukan dalam operasi sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar sistem. Pemakai akhir adalah orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen dan orang-orang yang berkepentingan.

 Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan  sistem informasi, misalnya system analyst, developer, operator sistem dan staf administrasi lainnya (Mulyanto, 2009).

b.  Hardware

Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar kertas, disk magnetic atau optik dan flash disk (Mulyanto, 2009).

c.   Software

Software merupakan sekumpulan perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan  tertentu untuk memerintahkan komputer agar melaksanakan sesuatu (Ladjamudin, 2005).

d.  Data

Data merupakan dasar sumber daya organisasi yang diperlukan untuk memproses informasi. Data dapat berbentuk teks, gambar, audio maupun video. Sumber daya informasi umumnya diatur, disimpan dan diakses oleh berbagai pengelolaan sumber daya data ke dalam database dan dasar pengetahuan (Lajamudin, 2005).

e.   Jaringan

Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi dan peralatan lainnya dengan kendali software komunikasi. Jaringan dapat berupa kabel, satelit, seluler dan pendukung jaringan seperti modem, software pengendali serta prosesor antar jaringan (Ladjamudin, 2005).

Keseluruhan komponen sistem informasi tersebut saling terkait satu sama lain dalam sistem informasi. Sistem informasi dibangun menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yaitu hardware, software dan jaringan.  Ketiga komponen tersebut dipakai untuk mengolah data yang diperoleh untuk menghasilkan informasi yang lebih bermanfaat.

Keseluruhan proses pengolahan informasi tidak lepas dari komponen manusia. Manusia adalah komponen penting sistem informasi karena sistem informasi adalah benda yang tidak bermanfaat bila tidak digunakan oleh manusia.