Perawatan Sistem Respirasi di Ruang Perawatan Intensif

Kriteria Pasien ICU

Ruang perawatan intensif (intensie care unit/ICU) merupakan ruang perawatan bagi pasien-pasien dengan tingkat ketergantungan yang tinggi. Pasien yang dirawat adalah pasien dengan kategori critically ill patients atau pasien dengan kondisi kritis. Kondisi kritis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah gangguan pada sistem pernafasan sehingga memerlukan respiratory support.

Who to Admit in ICU

Gangguan pernafasan dapat berupa gangguan pada proses ventilasi, difusi atau transportasi. Dapat juga disebabkan karena gangguan pada regulasi pernafasan. Gangguan pada berbagai tahap fisiologis pernafasan akan mengakibatkan oksigenasi tidak adekwat.Beberapa indikator oksigenasi tidak adekwat adalah takhipneu, sianosis, pernafasan cuping hidung, retraksi interkostal, bunyi nafas abnormal, saturasi oksigen di bawah normal, tekanan parsial oksigen rendah, dan lain-lain.

Signs of Excessive Respiratory Work
Peripheral Cyanosis


Oksigenasi yang tidak adekwat akan menyebabkan peningkatan kebutuhan energi untuk upaya nafas tambahan, perubahan metabolisme menjadi anaerob, penurunan tingkat energi tubuh dan penumpukan asam laktat yang dapat menyebabkan cedera pada sel-sel tubuh.Kondisi kekurangan oksigen yang terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu lama akan menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Oleh karena itu, perawat ruang intensif sebagai provider perlu melakukan manajemen airway dan breathing dengan baik dan benar.



Kapan Perlu Dirawat di ICU?

Pasien perlu dirawat di ruang intensif sebelum pasien tersebut jatuh ke dalam kondisi yang tidak mungkin pulih. Atau dengan kata lain ada harapan untuk sembuh. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang mengharuskan seorang pasien dirawat di ruang intensif.


Initial Treatment

Bagi pasien dengan kondisi kritis, sangat penting untuk segera mengatahui tanda-tanda vital pasien daripada mendahulukan diagnosis. Misalnya pasien syok lebih memerlukan penangan yang segera daripada mencari penyebab syok.


Respiratory Support

Beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga oksigenasi adekwat bagi pasien-pasien yang dirawat di ruang intensif adalah :

1. Terapi Oksigen

Oksigen diberikan untuk mengurangi hipoksemia, dimulai dengan pemberian oksigen konsentrasi tinggi melalui face mask, nasal prong atau nasal cannula. 

Oxygen Mask dan Nasal Cannula

2. Non Invasive Respiratory Support

Non invasive respiratory support dilakukan tanpa pemasangan pipa endotrakheal (ETT). Bila pasien yang menderita hipoksemia memerlukan oksigen dengan konsentrasi tinggi atau sekitar 15 l/menit maka dapat dilakukan pemasangan CPAP (continuous positive airway pressure). CPAP sangat membantu bagi pasien-pasien dengan udem paru, atelektasis alveoli post operatif dan pneumonia.

3. Ventilatory Support

Intubasi endotrakheal dan ventilasi mekanik merupakan langkah berikutnya untuk mengatasi gagal nafas. Indikasi ventilasi mekanik meliputi hipoksemia (tekanan parsial oksigen kurang dari 8 kPa dan saturasi oksigen < 90%, hiperkapnia dengan penurunan kesadaran dan kegagalan ventilasi akibat gangguan neuromuskuler.

Mode dan seting ventilasi mekanik sangat tergantung dari kondisi pasien. Pengaturan meliputi volume tidal, frekuensi nafas, rasio inspirasi dan ekspirasi. Salah satu mode yang dapat digunakan adalah PEEP (possitive end expiratory pressure). 

Efektivitas ventilasi mekanik perlu dimonitor dengan mengukur pulse oxymetry dan konsentrasi karbondioksida. Secara periodik perlu dilakukan analisa gas darah. Apabila pasien telah dapat bernafas spontan, tekanan parsial oksigen lebih dari 8 kPa, kadar karbondioksida normal, tingkat kesadaran baik dan berespon terhadap stimulus maka dapat dilakukan penyapihan (weaning.)

4. Management of Airway

Intubasi endotrakheal merupakan definitif artificial airway yang diperlukan untuk membuka jalan nafas. Apabila intubasi diperlukan dalam jangka waktu lebih dari 14 hari, maka dapat dilakukan trakheostomi. Namun trakheostomi perlu dirawat dengan baik agar tidak timbul kompliksi seperti perubahan posisi pipa, infeksi, perdarahan, stoma yang tidak sembuh dan stenosis trakhea.

5. Aspek-Aspek Yang Perlu Diperhatikan

a. Humidifikasi
b. Fisioterapi
c. Posisi
d. Farmakoterapi
e. Sedasi

Prone Position